Waduh…Kunci Jawaban Unas Dijual Rp 13 Juta

Pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (Unas) untuk SMA/SMK/MA dan SMALB baru digelar secara serentak, 18 – 21 April. Namun saat ini telah beredar kabar bahwa jawaban soal Unas sudah bocor. Para pelaku yang tidak bertanggung jawab tersebut bahkan telah mengomersialisasikan. Mereka menjual bocoran jawaban itu dengan harga Rp 13 juta. Tarif ini berlaku untuk paket kunci jawaban dengan jaminan seratus persen benar.

“Kalau hanya ingin menerima kunci jawaban dengan tingkat kebenaran 60 persen, cukup membayar Rp 8 juta. Tapi kalau mau satu paket, ya Rp 13 juta,” ucap Ketua Dewan Pendidikan Jatim, Zainuddin Maliki saat ditemui di sela rapat pengamanan Unas di Dinas Pendidikan Jatim, Senin (4/4/2011).

Rektor Universitas Muhammadiyah Surabaya ini secara terang-terangan menyampaikan adanya kabar bocoran jawaban itu di forum rapat kemarin. Dia meminta hal itu menjadi perhatian serius semua pihak.

“Memang tawaran ini menarik. Sebab pelaku juga menjual dengan sistem per mata pelajaran. Tarif untuk setiap satu mata pelajaran dengan tingkat kebenaran kunci jawaban seratus persen, dijual dengan harga Rp 2 juta. Namun pelaku juga berani memasang tarif Rp 1 juta bagi mereka yang menginginkan jawaban yang tidak 100 persen benar,” katanya.

Namun demikian, kata Zainudin, isu beredarnya bocoran jawaban soal Unas itu adalah yang terjadi di Jakarta. Ia sengaja melemparkan hal itu karena tidak tertutup kemungkinan praktik itu akan sampai di Jatim dan sekitarnya. “Yang jelas isu itu sudah santer,” tandas Zainudin.

Sekadar diketahui, pemenang tender soal Unas untuk Jatim tahun ini jatuh pada PT Mecosuprin Grafia yang berkedudukan di Capung Barat, Jakarta Timur. Perusahaan tersebut memenangkan tender penggandaan soal Unas setelah menyisihkan sembilan perusahaan percetakan yang mengikuti tender.

PT Mecosuprin Grafia memenangkan tender dengan nilai Rp 14.786.472.044,77. Jumlah tersebut di bawah anggaran penggandaan soal UN sebesar Rp 15,5 miliar. Isu rawannya kebocoran soal untuk Jatim ini sudah berkembang sejak sepekan lalu di Jakarta.

Ini dikarenakan alur distribusi soal yang panjang, yakni dari lokasi penggandaan di Jakarta. Selain itu, transit tempat penyimpanan soal di pergudangan tersebut yang tidak diawasi pihak Tim Pengawas Perguruan Tinggi Negeri (PTN).

Dengan kondisi ini, Zainudin memprediksi masih bisa terjadi kebocoran soal untuk Jatim bisa mencapai 25 persen. Selain kunci jawaban, bocoran juga bisa disampaikan dalam bentuk SMS dan praktik perjokian.

Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Harun saat ditemui terpisah menjamin bahwa kebocoran soal hingga beredarnya kunci jawaban mustahil terjadi di Jatim. Sejak penetapan PT Mecosuprin Grafia sebagai pemenang tender, telah diberikan pengamanan yang superketat.

“Kami jamin seribu persen tak ada kebocoran soal di Jatim. Pengamanan soal berjalan sesuai standar operasional. Ini sudah kami rapatkan khusus pengamanan pendistibusian soal hingga ke daerah-daerah,” kata Harun.

Disebutkan, saat master soal yang dibuat Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) dinyatakan siap dicetak, pengawalan ketat sudah dilakukan. Bahkan semua pihak, termasuk Dinas Pendidikan Jatim, Polda Jatim, dan Pengawas dari Unesa juga telah disumpah agar bekerja sesuai SOP.

“Selain itu, di kawasan percetakan pun (harus) steril dari orang luar. Karyawan setempat dilarang membawa atau membaca naskah soal,” katanya.

Meski menjamin tidak ada soal bocor, seorang anggota Tim Pengawas Unas menyebut soal Unas belum sepenuhnya aman. Ini karena lokasi percetakan yang berada di tengah-tengah pemukiman, serta tempat percetakan yang tidak steril dari orang luar.

Selain itu, standar operasional percetakan yang jauh dari harapan. “Karyawan percetakan di sana bekerja dengan baju yang ada kantungnya dan saat keluar tidak ada penggeledehan. Bahkan soal rusak pun dibiarkan berserakan dan tidak segera dimusnahkan,” kata salah satu tim pengawas yang tak mau disebut namanya.

Koordinator Pengawas Unas, Prof Muchlas Samani menyatakan, adanya temuan kerawanan itu merupakan aba-aba agar penyelenggara dan pengawas ujian lebih siap. “Tidak ada temuan kebocoran. Tetapi temuan (kerawanan) ini lebih sebagai isyarat untuk lebih ketat,” kata Muchlas.

Kepala Biro Operasional Polda Jatim, Kombespol Rachmad Fudali yang hadir dalam rapat kemarin menyatakan, bahwa tarif jawaban Unas itu hanya sebatas isu.

Posted on April 14, 2011, in Uncategorized. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: