Bermasalah,101 Ijazah Akan Ditarik

Ceroboh.Sebanyak 101 ijazah terbitan SMAN 2 Ponorogo tahun ini bermasalah akibat kekeliruan pengisian nilai sekolah dan nilai ujian nasional.Pun, perbedaan juga terjadi pada pengolahan nilai akhir. ”Kami baru tahu saat ijazah itu digunakan untuk pendaftaran mahasiswa baru.Ternyata banyak kesalahannya,”terang Wandi,salah satu orang tua siswa,kemarin(31/5).
Menurut dia,ada tujuh mata palajaran yang perhitungan nilai sekolah anaknya keliru.Mata pelajaran teknologi informasi dan komunikasi,misalnya,nilai rata-rata rapor 7,95 dan nilai ujian sekolah 7,53.Pada isian akhir nilai sekolah tertulis angka 7,70.Mestinya,kata Wandi,7,74 yang didapat dari nilai rata-rata rapor ditambah nilai ujian sekolah lalu dibagi dua. Kekeliruan penghitungan juga terjadi pada enam mata pelajaran yang lain.”Pembulatan koma itu kan juga ada aturannya,masak selisihnya seperti itu,”ungkapnya.
Tak pelak,kesalahan hitung itu berdampak pada pengolahan nilai akhir yang didapat dengan komposisi 40 persen nilai sekolah dan 60 persen nilai unas. Wandi lantas menunjuk mata pelajaran sosiologi anaknya yang di isian nilai sekolah tertulis 7,50.Padahal, seharusnya 8,04.Di isian nilai unas juga terjadi kesalahan,tertulis angka 8,20 yang seharusnya 8,60. ”Akhirnya berpengaruh pula ke penghitungan nilai rata-rata mata pelajaran,”tegas Wandi.
Dia khawatir kesalahan itu bakal mengurangi legalitas ijazah siswa.Padahal,ijazah termasuk dokumen penting untuk melanjutan pendidikan dan melamar pekerjaan. Wandi dan sejumlah orang tua siswa lainnya berharap pihak sekolah segera menarik ijazah yang keliru nilai itu dan menggantinya.Apalagi,kebanyakan siswa saat ini sedang berkonsentrasi mengikuti penerimaan mahasiswa baru.”Jangan sampai karena kekeliruan yang bukan disebabkan siswa menggugurkan keabsahan ijazah untuk mendaftar ke perguruan tinggi atau melamar kerja,” tandas PNS di Pemkab Ponorogo itu.
Kepala SMAN 2 Ponorogo Sugeng Subagyo membenarkan terjadinya kekeliruan pengisian nilai pada 101 ijazah yang dikeluarkan sekolahnya.Ijazah itu semuanya milik siswa jurusan ilmu pengetahuan sosial.”Semua milik siswa jurusan IPS dan kami sudah beritahukan kepada siswa soal kekeliruan itu,”terangnya.
Sugeng mengakui kekeliruan itu disebakan salah tulis tenaga teknis pengisian nilai ijazah.Nilai mata pelajaran sosiologi dimasukkan ke mapel geografi. Sebaliknya,nilai mata pelajaran geografi dimasukkan pada sosiologi.”Hanya dua mata pelajaran itu saja yang keliru,kalau soal perbedaan selisih angka koma itu karena faktor pembulatan,”kilahnya.
Sugeng berjanji segera menarik 101 ijazah yang keliru itu dan menggantinya.Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan dinas pendidikan kabupaten dan provinsi terkait penarikan itu.”Dinas menyetujui,makanya dalam waktu dekat segera kami tarik dan menggantinya,”tegas Sugeng.

Posted on June 1, 2011, in News. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: